Ticker News

header ads

Lutfi Dianiaya Penyidik: Saya Disetrum dan Disuruh Ngaku


Pemuda yang fotonya viral karena membawa bendera di tengah aksi demo pelajar STM, Lutfi Alfiandi,
mengaku dianiaya penyidik ketika ia dimintai keterangan di Polres Jakarta Barat.

Ia membeberkan bahwa dirinya terus menerus diminta mengaku telah melempar batu ke arah polisi.

"Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam lah. Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas, padahal saya tidak melempar," ujar Lutfi di hadapan hakim, Senin (20/1/2020).

Ketika itu dirinya merasa tertekan dengan perlakukan penyidik terhadapnya. Sebab, ia disuruh mengaku apa yang tidak diperbuatnya. Desakan itu membuat dia akhirnya menyatakan apa yang tidak dilakukannya.

"Karena saya saat itu tertekan makanya saya bilang akhirnya saya lempar batu. Saat itu kuping saya dijepit, disetrum, disuruh jongkok juga," kata Lutfi.

"Waktu itu polisi nanya, apakah benar saya yang fotonya viral. Terus pas saya jawab benar, lalu mereka berhenti menyiksa saya," ujar dia.

Setelah diperiksa di Polres Jakarta Barat, ia langsung dipindahkan pada 3 Oktober 2019 ke Polres Jakarta Pusat.

Di Polres Jakarta Pusat, Lutfi kembali dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP).
Diakuinya aksi di parlemen tidak dibayar, melainkan atas kesadaran diri sendiri.

"Itu kemauan hati nurani saya sendiri," ucapnya.





Sumber Alumni 212 https://www.alumni212.id/2020/01/lutfi-dianiaya-penyidik-saya-disetrum.html

Post a Comment

0 Comments