Ticker News

header ads

Menteri Agama Disuruh Belajar Agama Lagi

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi diminta untuk belajar tentang agama. Hal itu dilakukan agar dia tidak hanya mampu isu radikalisme.

"Jangan lagi muncul isu-isu radikalisme. Kalau tidak ada radikalisme, tidak pernah ada Namrud berjumpa dengan Ibrahim. Jika tidak ada radikalisme, Musa tidak akan bertemu Firaun. Jika tidak ada radikalisme, maka Muhammad tidak akan bertemu dengan Abu Lahab atau Abu Jahal," ujar Ali Taher di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Kata radikalisme, menurut dia, adalah akar dari sebuah persoalan teologis. Ia berpendapat, yang keliru adalah menggunakan radikalisme pada konteks politik yang menghancurkan agama.

Dirinya setuju saja jika radikalisme digunakan untuk membangun peradaban dan melakukan perjumpaan peradaban. Dia tidak setuju jika radikalisme digunakan untuk menghantam negara, karena Islam mengajarkan kesatuan bangsa.

"Oleh karena itu, belajar lah tentang apa itu agama, Pak Menteri. Dan apa itu faith dan apa itu religion. Agama Pasal 29 adalah organisasi, mengatur, bukan faith. Faith itu iman, jangan diganggu. Tugas agama dan pendidikan itu religion, kerukunan interagama itu religion, hubungan antarumat agama itu religion, hubungan antara pemerintah dan agama itu religion," tuturnya.

Akan tetapi, kata dia, Menag Fachrul Razi tidak boleh mencampuri iman seseorang. "Oleh karena itu menurut saya, saudara harus banyak belajar tantang apa itu religion dan apa itu faith. Saya belajar sejarah peradaban. Tanpa agama, tidak pernah ada kata atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong keinginan leluhur dalam pembukaan UUD 1945," imbuhnya.

"Oleh karena itu belajarlah bijak di dalam perjalanan peraturan Nusantara ini. Saudara, Anda dan Kemenag menjadi wasit. Jangan sampai wasit Anda berjalan di dalamnya, kemudian Anda kehilangan para pemain maka Anda jalan sendirian. Hari-hari bisa ditinggalkan umat," tegasnya.

Sumber Alumni 212 https://www.alumni212.id/2019/11/menteri-agama-disuruh-belajar-agama-lagi.html

Post a Comment

0 Comments