Ticker News

header ads

Membungkam Penyinyir Cadar, Desainer Diana Nurliana Melambung di Amerika

Siapa bilang bercadar mengungkung kreativitas seorang muslimah?

Tudingan itu seolah dibantah oleh desainer bercadar Diana Nurliana. Perempuan 35 tahun itu telah memamerkan karyanya di ajang Indonesia Fashion Week hingga Jakarta Fashion Week.

Diana sukses dikenal sebagai desainer jilbab dengan labelnya Kara Indonesia dan Taqiya.

Ia memulai perjalanan dalam memakai niqab atau cadar mulai sepulang dari menunaikan ibadah umrah pada 2014.

Ia mengaku pada saat itu ketertarikan dalam beragama dan berjilbab dari SMP.

"Lalu aku berpikir kehidupan kan kita kepengin setiap hari semakin sesuai dengan tujuan hidup. Apa sih tujuan hidup aku? Yaitu untuk kehidupan aku di akhirat kelak," ujar Diana di Jakarta Pusat belakangan ini.


"Nah, dengan berdasarkan itu aku belajar untuk menuju ke sana, itu bagaimana sih? Nah menurut aku panutan yang paling bisa aku ikutin adalah para istrinya Rasulullah SAW dan para shahabiyah (Sahabat-sahabat Rasulullah SAW)," kata dia.

Ia mengaku setelah memakai niqab bisa membawanya pada kebaikan. "Bisa menghindari hal-hal yang mungkin dulu sebelum aku berniqab, aku masih melakukan. Tetapi sesudah aku berniqab aku akhirnya tidak, itu untuk hal-hal yang negatif ya," ujarnya.

Dengan berpenampilan seperti itu misalnya salaman, dulu masih masih bersalaman. "Tetapi dengan kondisi aku seperti ini, laki-laki pun udah nggak salaman lagi sama aku. Aku lebih banyak intropeksi diri dan memperbaiki diri," jelas Diana.

Karier dia sebagai desainer bercadar semakin melambung saat dia mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia untuk memamerkan karya di acara Islamic Society of North America yang digelar di Chicago, Amerika Serikat. Badan Ekonomi Kreatif yang memintanya membawa karyanya ke acara tersebut.



Sumber Alumni 212 https://www.alumni212.id/2019/11/membungkam-penyinyir-cadar-desainer.html

Post a Comment

0 Comments