Ticker News

header ads

Mengenang Tammat Anshory Ismail, ‘M. Natsir-nya Jawa Timur’

Surabaya, Swamedium.com — “Kami pulang saja, Pak Tammat masuk ICU,” ujar KH Fathur Rohman, Direktur Ma’had eLKISI Mojokerto, 26 September lalu di Pekanbaru. Sedianya, usai menyalurkan bantuan jamaah eLKISI buat korban polusi asap di Riau, ia akan mendampingi Ustadz Abdul Somad bersafari dakwah ke Kab Kampar, 28-29 September. Namun, khawatir dengan kondisi Tammat Anshory Ismail di rumah sakit, Kyai Fathur memutuskan terbang ke Surabaya ba’da Subuh (27/9/2019) lalu.

Bagi Kyai Fathur, Pak Tammat adalah salah satu guru kehidupannya. “Saya menganggap, tiga orang paling mempengaruhi hidup saya adalah Pak Tammat, Bang Hussein Umar (alm, Ketua Umum Dewan Dakwah 2005-2007), dan Kyai Subroto (alm, pendiri Ponpes Al Fattah Sidoarjo),” katanya suatu ketika.

Sepulang dari Riau, Kyai Fathur masih sempat membesuk gurunya di rumah sakit. Alhamdulillah, saat itu bahkan kondisi Pak Tammat membaik.

Namun, justru ketika Fathur Rohman dan pimpinan eLKISI tengah bermuhibah ke Jakarta-Depok mengunjungi Ustadz Annuri, Fahmi A Salim, dan Ustadz Adian Husaini, Pak Tammat berpulang.

Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun, pada Rabu (9/10/2019) pukul 11.55 WIB, Tammat Anshory Ismail meninggal dunia di RS Haji Surabaya dalam usia 73 tahun. Demikian Ketua Dewan Dakwah Jawa Timur, Sudarno Hadi, mengabarkan. Fathur Rohman dan rombongan langsung ngebut mobilnya kembali ke Surabaya.

Sebelum wafat, Pak Tammat bersama Ustadz Sudarno sempat menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) eLKISI ke-9 di Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (21/7/2019).

Kehadiran beliau juga menjadi kenangan tersendiri bagi Dr Daud Rasyid Sitorus, yang ketika itu didapuk sebagai pembicara Silatnas.

“Dalam tahun 2019 ini saya punya dua kali kenangan dengan almarhum (Pak Tammat). Salah satunya pada acara eLKISI di Mojokerto 3 bulan lalu, beliau hadir,” ungkap Daud Rasyid, Rabu (9/10/2019).



sumber SwaMedium https://www.swamedium.com/2019/10/10/mengenang-tammat-anshory-ismail-m-natsir-nya-jawa-timur/

Post a Comment

0 Comments