Ticker News

header ads

Hijrahnya Pendeta Papua Gara-gara Ketukan Pintu Ust Fadlan Berkali-kali

Pendakwah dari Papua, Ustaz Fadlan Garamatan memiliki cerita soal mualafnya seorang pendeta beserta keluarganya.

Ceritanya, ia mendatangi rumah pendeta Alfonso untuk silaturahim. Sebelum sampai ke rumah itu, mendadak Alfonso masuk ke dalam rumah saat melihat Ustaz Fadlan dari kejauhan. Ustaz Fadlan juga melihat Alfonso masuk ke rumah.

"Selamat pagi..!!" kata Ustaz Fadlan sembari mengetuk pintu.

Yang keluar adalah seorang perempuan yang tak lain adalah istri Alfonso.

"Dia tidak ada di rumah!" kata Istri Alfonso saat Ustaz Fadlan bertanya.

Ustaz Fadlan sendiri bingung, lalu siapa tadi yang dilihatnya? Aneh. Ustaz Fadlan pun pamit pulang.

Hari berikutnya Ustaz Fadlan datang lagi dengan ucapan "selamat pagi!!" dan pihak keluarga Alfonso mengatakan Alfonso "tidak ada di rumah".

Waktu berlalu hingga berjalan tiga bulan tepatnya di minggu pertama. Sebanyak itu pulang pihak keluarga mengatakan Alfonso tidak ada di rumah.

Lalu seorang anak dari Alfonso mengatakan bahwa ayahnya dibawa ke rumah sakit.

"Mohon maaf, Pak Fadlan. Ayah jatuh kelelahan sehingga kami bawa ke rumah sakit," kata anak Alfonso.



Ustaz Fadlan pun berniat menjenguk. Alfonso ada di kamar VIP nomor 48.
Ustaz Fadlan tidak langsung masuk, melainkan pergi ke toko buah dan membeli buah-buahan yang diparsel secara rapi.

Setiba di kamar VIP, Ustaz Fadlan mengetuk pintu. Ia dipersilakan masuk oleh istri Alfonso yang tidak tahu kalau yang masuk adalah Ustaz Fadlan.

Ustaz Fadlan menutup wajahnya dengan parsel buah. Hingga hanya melihat kaki istri Alfonso. Ia membuka pelan-pelan wajahnya dengan menurunkan parsel.

"Selamat pagi, Bunda!" sapa Ustaz Fadlan. "Saya dengar kabar abang jatuh sakit sehingga saya membelikan buah-buahan ini. Nanti kalau abang bangun dari tidur, sampaikan bahwa abang Fadlan tadi datang ke sini," kata Ustaz Fadlan.

Mendadak Alfonso terbangun dari tempat tidurnya, "Pagi, Pak Fadlan!"

Ustaz Fadlan pun mendekat ke pendeta Alfonso. "Abang, hari ini sungguh sangat luar biasa. Saya dapat rahmat dari Allah karena saya sudah cari abang 2 bulan 3 hari."

"Sebenarnya abang tidak sakit. Tapi abang hari-hari mendidik anak dan istri untuk bohong," kata Alfonso.

"Itu menjadi penyakit supaya saya ketemu di sini. Nanti kalau abang sehat jangan mengulangi lagi," ujar Ustaz Fadlan. Ia pamit pulang.

Lima hari kemudian, Alfonso sembuh dari penyakitnya.
Hari keenam Ustaz Fadlan menjadi orang pertama yang bertamu ke rumah Alfonso. Alfonso beserta istri dan ketujuh anaknya ikut membukakan pintu.

Ustaz Fadlan bercerita tentang indahnya Islam bagi penduduk alam semesta. Dari pukul 10.00 hingga pukul 12.00.

"Fadlan, usahakan besok datang lebih pagi lagi," kata Alfonso saat mengantar Ustaz Fadlan di depan pintu.

Ia pun datang lebih pagi hingga berlangsung lima hari. Di hari terakhir itu, Alfonso dan keluarganya memutuskan untuk hijrah ke agama Islam.

Ketika Alfonso dan keluarganya mengucapkan dua kalimat syahadat, Ustaz Fadlan bersujud syukur dan menitikkan airmata. Ia mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT.


Ustaz Fadlan pun menyewakan mereka rumah sedikit agak lebih besar dan menuntun mereka belajar Alquran. Ketukan pintu itu menjadi pintu hidayah.(@paramuda)








Sumber Alumni 212 https://www.alumni212.id/2019/09/hijrahnya-pendeta-papua-gara-gara.html

Post a Comment

0 Comments