Ticker News

header ads

Laily Firtry Sebut Ibu Hajar Hanya Dimanfaatkan "Reproduksi" oleh Ibrahim Lalu Dibuang




Aktivis feminisme Laily Firtry menyebutkan bahwa Hajar adalah pemuas nafsu bagi Ibrahim dan Sarah.


"Ketika pasangan Ibrahim-Sarah tdk segera memiliki anak, Sarah menawarkan kpd Ibrahim u/ mengambil Hajar sbg selir spy mrk memiliki anak. Tak lama berselang, lahirlah Ismail.


Sayangnya, apa hendak dikata, ktk Ismail beranjak besar, Sarah melahirkan putra lainnya, Ishaq. Dg kedatangan anaknya sendiri, Sarah merasa tersaingi dg adanya Hajar & Ismail. Keberadaan Ismail sendiri tentunya mengancam prospek Ishaq u/ mewarisi posisi ayahnya sbg pemimpin," kata Laily pada Ahad (10/8/2019)

Dg demikian, kata dia, diasingkanlah Hajar dan Ismail ke padang pasir. Ibrahim sendiri mengantarkan lalu meninggalkan mereka. Menghadapi situasi sedemikian, Hajar dengan lantangnya berseru bahwa Allah akan memberikan petunjuk baginya & putranya.


"Tak lama, Ismail pun merasa kehausan. Hajar dg semangat bertahan hidupnya brlari bolak-balik dr Safa mnuju Marwa u/ mencari sumber air bagi anaknya. Tak disangka, ktk ia kembali kpd anaknya, Ismail (& atau Jibril) mengorek pasir tandus yg kemudian mengalirkan air u/ diminum.

Apa sj pelajaran yg dpt kita ambil dr cerita Hajar? 1. Penting u/ diingat bhwa Hajar adl seorg budak kulit hitam yg hanya memegang fungsi reproduksi bagi keluarga Ibrahim. Dlm sistem perbudakan patriarkal, ia tak lebih dr pemuas keinginan Ibrahim & Sarah akan seorg putra.

Dg demikian, tak hanya tersiksa scr fisik, Hajar juga mengalami diskriminasi sistemik scr kelas & ras. Ktk fungsi reproduktifnya telah dianggap selesai, Hajar disingkirkan bgtu saja di sebuah tempat yg tdk memungkinkan ia & anaknya u/ bertahan hidup," kata feminis Magdalene ini.



Sumber Alumni 212 https://www.alumni212.id/2019/08/laily-firtry-sebut-ibu-hajar-hanya.html

Post a Comment

2 Comments

  1. Otak togog cari sensasi murahan perempuan ini. Subhanallah 😥😥

    ReplyDelete
  2. Ini orang minta diasingkan dari dunia kayaknya...

    ReplyDelete