Ticker News

header ads

KPU Dilaporkan ke Tiga Mahkamah Internasional

Jakarta, Swamedium.com — Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) akan melaporkan dugaan kecurangan Pilpres 2019 dan misteri meninggalnya ratusan KPPS ke Mahkamah Internasional.

Adapun, laporan dilayangkan ke tiga mahkamah yakni International Criminal Court (ICC), International of Human Right Commission (IHRC), dan International Commision of Jurist (ICJ).

“Pemilu 2019 ini sebagai pemilu paling buruk pasca reformasi. Maka dari itu, kejahatan demokrasi dan kecurangan Pemilu 2019 ini akan kami laporkan kepada tiga Mahkamah Internasional tadi,” ujar Pembina LPKAN Wibisono, dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (12/5).

Foto: Pembina LPKAN Wibisono. (ist)

Wibisono menegaskan, tujuan pelaporannya tersebut untuk menunjukkan keseriusan mereka demi kebaikan demokrasi di Indonesia. Sebab, ratusan nyawa manusia melayang bukan perkara biasa, melainkan kejahatan kemanusiaan yang brutal.

“Tercatat sudah hampir 600 orang yang meninggal dunia, penyelenggara Pemilu telah lalai, ini jelas tidak wajar. Apalagi nama-nama yang meninggal tidak diumumkan ke publik,” kata Wibisono.

Selain itu, kata Wibisono, pihaknya juga telah membuat petisi yang telah ditandatangani oleh ribuan masyarakat Indonesia untuk mendesak oknum penyelenggara Pemilu yakni komisioner KPU untuk dipidanakan.

“Petisi Pidanakan KPU telah mendapat dukungan dari masyarakat, sampai hari ini (12/5) tercatat yang terdaftar di Petisi Center sudah 4.000 orang, kita juga banyak menerima aduan kecurangan lain,” demikian Wibisono.

Sumber: RMOL



sumber SwaMedium https://www.swamedium.com/2019/05/12/kpu-dilaporkan-ke-tiga-mahkamah-internasional/

Post a Comment

9 Comments

  1. Jika hukum & perangkatnya tdk mengindahkan hukum itu sendiri, mk mahkamah internasional yg turun tangan

    ReplyDelete
  2. Inilah bukti kekalapan barisan Cendana yang jurang kehancurannya telah tampak di depan mata mereka.
    Betapa tidak, Pemilu yang sudah berjalan dengan sedemikian damai dan transparan mereka bilang paling buruk dalam sepanjang sejarah pemilu di Indonesia.
    Mereka hanya mampu menuduh tanpa bisa membuktikan tuduhan mereka.
    Semoga Tuhan segera memusnahkan barisan para makar ini.
    Amin....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sdh dibuktikan Om ke Bawaslu..KPU sdh kena teguran,tp sayang nya,tdk kena Sanksi! Miris sekali Drama Ini....😁

      Delete
  3. Sebenarnya masalah pembuktian itu sudah banyak bukti baik data yg berhubungan dengan KPU dan perangkatnya langsung maupun yg terlihat oleh awam. Semisal di salah satu TPS yg warganya mengaku mencoblos Prabowo-sandi...saat perhitungan suara hanya ada 1.. padahal satu keluarga yg masuk DPT mencoblos Prabowo-sandi..

    ReplyDelete
  4. Hanya manusia yg berfaham atheislah yg senang memutar balikkan fakta, karena bagi mereka memfitnah, berbohong, curang, adu domba, bahkan membunuh, adalah sdh menjadi kinerja mereka sehari-hari, disebabkan mereka itu tdk bertuhan, krn tdk ada yg mereka takutkan, dan sesungguhnya mereka itulah yg akan mengganti Pancasila.

    ReplyDelete
    Replies
    1. (Utk Unkonwn,yg tdk diketahui identitasnya) Fitnah lbh Kejam dr pd Pembunuhan! Jgn2 yg brbcara mnunjuk diri nya sndri 😼🀐😬 Semoga engkau mndptkan Teguran dr Alloh dan mdptkan balasan-Nya...Aamiin YRA

      Delete
  5. Sebetulnya akar oermasalahanya Negara dijadikan sarana untuk menjadi perantara krpada negara lain sperti cara kerja org makelar tanah jadi negara ini hanya dijadikan para makelar untuk diperjual belikan dan pelakunya pemerintahanya jadi makelar ,selesai dapat untung cuci tangan.,itulah cara kerja makelar

    ReplyDelete