Ticker News

header ads

Prabowo Ungkap Alasannya Jarang Tampil di Media

Tasikmalaya - Calon presiden, Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya kurang banyak tampil dan bicara kepada media dalam Pilpres 2019 ini. Ia mengaku pilpres kali ini lebih memilih langsung terjung ke masyarakat dan menyampaikan program yang akan dilakukan guna mengubah kondisi bangsa.

Calon presiden Prabowo Subianto menyapa ribuan pendukungnya yang memadati GOR Sukapura, Kota Tasikmalaya, Sabtu (9/3).
Sebenarnya Prabowo mengaku sudah berusaha meyakinkan kelompok elite negeri ini terkait kondisi ekonomi yang dirasakan rakyat. Namun, kelompok tersebut tidak pernah peduli dan memilih memikirkan diri sendiri.

"Saya bertahun-tahun keliling dan menulis beberapa buku. Terakhir 'Paradoks Indonesia' dan 'Indonesia Menang'. Di situ saya berusaha menggugah elite bangsa ini. Apa itu elite? Itu adalah unsur pimpinan, jadi kalau saya sebut elite itu unsur pimpinan di Indonesia," ujar Prabowo dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (10/3).

Prabowo menuturkan, saat ia berupaya meyakinkan para elite terkait kondisi Indonesia yang memiliki kekayaan melimpah ia malah dicemooh.

"Malah dibilang 'Prabowo bisa apa? Prabowo ngerti apa soal ekonomi?'. Memang saya tak punya gelar, tapi saya punya akal sehat. Percuma para elite punya gelar berderet tapi kepintaranna bukan untuk rakyat," kata Prabowo.

Karena itu, ia memilih langsung menemui rakyat dan mengajak untuk saling membantu melakukan perubahan bagi kedaulatan dan kesejahteraan Indonesia mendatang.

Menurutnya, sistem ekonomi sekarang telah salah arah. Ini mengakibatkan kekayaan negara kita bangsa kita itu tidak tinggal di Indonesia.

"Dan itu maaf, kegagalan elite kita. Karena itu saya memilih tidak banyak bicara, pilih turun ke kabupaten. Lebih baik saya bicara dengan saudara sekalian (rakyat). Karena elit kita sudah tidak bisa diharapkan lagi," terangnya. 

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan alasannya mau maju dalam kontestasi Pilpres 2019 saat ini bersama Sandiaga Uno. Ia merasa merasa rakyat ingin perbaikan kehidupan. Oleh karena itu dia bersedia menerima penugasan ini.

"Karena kami ingin bekerja dengan sepenuh tenaga kami untuk mengubah keadaan bangsa ini. Prabowo itu mantan prajurit, karena itu Prabowo tahu, tentara dan polisi itu berasal dari rakyat dan untuk rakyat," tutup Prabowo Subianto.


sumber republika

Post a Comment

0 Comments