Ticker News

header ads

Titiek Soeharto Akui Kekurangan Logistik Hadapi Pilpres 2019

Mataram, Gatra.com - Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres-Cawapres Prabowo-Sandi, Siti Hediati Hariyadi atau biasa disapa Titiek Soeharto mengakui, kurangnya logistik untuk para kader partai, menjadi kendala dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 mendatang.
Dewan Pengarah Paslon Capres Prabowo Sandi Titiek Soeharto
“Penyandang dana untuk Prabowo-Sandi sudah tidak ada. Para penyandang dana, kebanyakan mengarahkannya ke pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin),” kata Titek Soeharti di Mataram, Rabu (13/2).

Dikatakan, kebutuhan logistik itu selain biaya operasional juga biaya saksi, yang akan dipakai untuk membayar saksi TPS se-NTB.

Diketahui jumlah TPS se-NTB sebanyak 15.988 lebih.

Menurut Titiek biaya saksi seperti yang dikeluhkan para kader partai, oleh pihaknya berjanji akan menyampaikannya ke pusat. Sementara itu, dirinya juga menegaskan agar kader partai berjuang tidak setengah-setengah ketika ada kekurangan.

Ditegaskannya, pada Pemilu Serentak 17 April nanti harus ada kemenangan, baik di daerah maupun di tingkat pusat, meskipun saat ini terkendala logistik.

“Jangan kalau nggak ada dana nggak kerja. Kekurangan logistik tidak saja terjadi di internal Partai Berkarya, namun juga terjadi pada partai lain. Bahkan kondisi keterbatasan dana inipun dialami pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi,” ujar Titiek.

Meski demikian Titiek mengajak kader untuk tidak berkecil hati meski dana terbatas, tetapi tetap bersemangat.

Titiek mengaku untuk mengatasi hal itu, pihaknya memberdayakan emak-emak pendukung 02. Karena dapat dibayangkan, untuk uang saksi se-Indonesia dibutuhkan triliunan rupiah.

“Agak berat buat kami untuk bayar saksi se-Indonesia. Bayangkan, kita butuh triliunan,” ujarmya.

Meski begitu Titiek optimis suara Prabowo-Sandi di NTB, akan menyamai suara pada Pilpres 2014 yakni mencapai 76 persen. Apalagi saat ini didukung dengan keberadaan Sandiaga Salahudin Uno sebagai pendamping Prabowo.

“Suara kita tidak jauh-jauh dari perolehan 2014. Masyarakat Indonesia menginginkan perubahan, adil dan makmur. Atas semangat itu, masyarakat Indonesia diyakini akan mendukung paslon 02,” kata Titiek.


sumber gatra

Post a Comment

0 Comments