Ticker News

header ads

Balada hijrah politik dari Jokowi ke Prabowo

Jakarta - Pada gala Pilpres kali kedua antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, sejumlah pendukung di kedua pihak menyeberang satu sama lain. Di antara mereka ada yang sejak lama berkecimpung di dunia politik, sedangkan yang lain masih tergolong baru.



Orang secara negatif menyebut politisi yang pindah haluan sebagai kutu loncat, akan tetapi dengan konotasi positif ada yang menyebut mereka sebagai hijrah (kosakata Bahasa Arab yang bermakna ‘migrasi). Siapa saja mereka?

Di kubu Prabowo-Sandi, ada lima nama yang sebelumnya adalah pendukung koalisi pengusung Joko Widodo:

1. Anies Baswedan

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di awal kepemimpinan Jokowi, Anies Baswedan berbalik arah ke kubu Prabowo usai diusung sebagai calon gubernur DKI Jakarta disandingkan dengan Sandiaga Uno pada 2016 untuk mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama yang diusung oleh koalisi pimpinan PDIP.

Saat itu Prabowo Subianto mengatakan, meski bukan kader Gerindra dan PKS, Anies dipandang sebagai yang terbaik untuk rakyat Jakarta.

2. Ferry Mursidan Balwan

Bekas menteri Jokowi lain yang hijrah adalah Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang (27 Oktober 2014  sampai 27 Juli 2016) Ferry Mursyidan Baldan. Ferry mengaku diminta oleh Prabowo dan Sandi. Dia juga mengaku menerima permintaan tersebut karena sudah mengenal sosok yang bakal menjadi calon presiden dan wakil presiden tersebut.

Ferry sempat menjadi politisi Golkar sebelum berlabuh ke NasDem. Saat ini Ferry mengaku sudah tidak aktif di NasDem yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Ferry memiliki pengalaman sebagai tim sukses di bidang komunikasi politik dan pengawalan proses penghitungan suara. Ferry juga mengaku memiliki kemampuan untuk membantu pasangan Prabowo-Sandi yang akan memfokuskan diri pada isu-isu di sektor ekonomi, seperti terkait regulasi aspek tanah bagi masyarakat dan negara.

3. Rizal Ramli

Sebelum menyeberang ke kubu Prabowo, Rizal Ramli pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Kini Rizal masuk tim pemenangan Prabowo-Sandiaga bidang ekonomi, bersama dengan Sudirman Said.

Menurut Sandiaga, Rizal dan Sudirman Said menjadi anggota tim pemenangan yang akan fokus menggodok visi dan misi terkait ekonomi.

4. Sudirman Said

Sudirman Said adalah menteri Jokowi keempat yang berbalik arah melawan dirinya. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada Kabinet Kerja yang menjabat sejak 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016 itu kini menjadi Kordinator Pemenangan Prabowo-Sandi Wilayah Jawa Tengah.

Sudirman Said optimistis perolehan suara paslon nomor 02 itu akan unggul di Jawa Tengah, jauh melebih suara yang dia peroleh saat maju Pilgub di Jateng. Pertama, di Pilgub Jateng praktis hanya figur dirinya dan Ida Fauziyah yang ditawarkan ke masyarakat. Faktor Sandi, kata Sudirman, akan menjadi magnet kuat yang dapat mendongkrak suara di kalangan pemilih perempuan dan mileneal karena dia ganteng, pintar, dan kaya.

Kedua, persiapan relawan pendukung saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat Pilgub Jateng. Inisiatif masyarakat, menurutnya, untuk menjadi relawan saat ini juga muncul dan tumbuh di mana-mana.

Ketiga, masyarakat Jawa Tengah secara umum menginginkan perubahan. Hal itu bisa dilihat dari perolehan suara di Pilgub 2018 yang menunjukkan perubahan peta politik di Jateng.

5. Kweek Kian Gie

Kwik sempat menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di era kepemimpinan Presiden Megawati. Ekonom senior ini banyak diperbincangkan sejak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Kwik akan menjadi penasihatnya ihwal ekonomi dalam menghadapi pemilihan presiden 2019.

Sandiaga dalam beberapa kesempatan juga menyampaikan Kwik akan menjadi salah satu tim ekonomi untuk menghadapi pilpres 2019. Nama dan foto Kwik juga pernah tercantum sebagai narasumber dalam diskusi di Sekretariat Bersama Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera di Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat.


sumber rimanews

Post a Comment

0 Comments